
Oh her eyes, her eyes
Make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair
Falls perfectly without her trying
She's so beautiful
And I tell her every day
Yeah I know, I know
When I compliment her
She wont believe me
And its so, its so
Sad to think she don't see what I see
But every time she asks me do I look okay
I say
When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are
Her nails, her nails
I could kiss them all day if she'd let me
Her laugh, her laugh
She hates but I think its so sexy
She's so beautiful
And I tell her every day
Oh you know, you know, you know
Id never ask you to change
If perfect is what you're searching for
Then just stay the same
So don't even bother asking
If you look okay
You know I say
When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are
The way you are
The way you are
Girl you're amazing
Just the way you are
When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are
Just the Way You Are
Label: word in song
Pilih yang Mana?

Ketika seseorang harus dihadapkan antara dua konsep etika, konsep Utilitarianisme dan Deontologisme, manakah salah satu dari kedua konsep itu yang dipilih?
Mungkin belum semua orang familiar dengan kedua konsep etika ini. Jadi, akan diulas sedikit (yang utama) tentang kedua konsep tersebut, setidaknya untuk mempermudah dalam memilih.
a. Utilitarianisme
Utilitarianisme sebagai teori etika yang dipelopori oleh David Hume (1711-1776) kemudian dikembangkan oleh Jeremy Bentham (1748-1832) dan John Stuart Mill (1806-18730). Bentham sebagai pendukung utama teori ini mengatakan bahwa moralitas tidak lain adalah suatu upaya untuk sedapat mungkin mendapat kebahagiaan di dunia ini. Utilitarianisme sendiri berasal dari kata Latin utilis, kemudian menjadi bahasa Inggris utility yang berarti bermanfaat (Bertens, 2000). Menurut teori ini, suatu tindakan dapat dikatakan baik jika membawa manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat, atau dengan istilah yang sangat terkenal: "the greatest happiness of the greatest numbers". Jadi, ukuran baiknya teori ini dilihat dari hasilnya, apakah memberi manfaat atau tidak bagi khalayak banyak.
b. Deontologi
Deontologi berasal dari bahasa Yunani deon yang artinya kewajiban (Bertens, 2000). Paham ini dipelopori oleh Immanuel Kant (1724-1804) dan kembali mendapat dukungan dari filsuf aad ke-20, Anscombe dan suaminya, Peter Geach (Rachels, 2004).
Paham ini sangat berbeda dengan Utilitarianisme. Paham deontologi justru mengatakan bahwa etis tidaknya suatu tindakan tidak ada kaitannya sama sekali dengan tujuan, konsekuensi, atau akibat dari tindakan tersebut. Yang menjadi tolak ukur yaitu proses dari tindakan tersebut. Tetapi sesuatu tersebut dilakukan bukan untuk memperoleh tujuan kebahagiaan atau perintah Tuhan.
Ketika Robin Hood mencuri harta benda kaum borju, hal tersebut dapat disebut beretika jika berada pada paham utilitarianisme, namun dalam paham deontologi, apa pun alasan yang Robin Hood lakukan tetaplah di luar standar etika (moralitas).
Mana yang Anda pilih:
Menjadi pedagang yang memperoleh keuntungan melimpah tanpa memperdulikan aturan-aturan berdagang atau memperhatikan segala bentuk aturan dalam berdagang tanpa menghiraukan besarnya keuntungan (juga kerugian) yang akan diperoleh ?
Label: cangcorang
"saya" berhak peroleh pelayanan
message received
show..
all
jengkelku ni hr....
Gr"CostUmEr taek...
Udah diambilkan brg 4 psg
eh...Nda jd beli...
Mlh kabur....
Blang ajah kaga pux uang...
CosTuMeR...TaEk....
CoStUmEr...Kere...
Sender:
+628524172xxxx
Sent:
25-Dec-2010 07:37:50 pm
---
Well, that's my inbox..
Saya ndak tau dg pasti gimana kejadiannya sampai temanku ini mengirimkan pesan seperti itu.
Saya juga ndak tau apakah pesan itu benar dia yang menulis atau hanya forward message.
Terlepas dari keaslian penulis pesan, tentu saja hal ini ndak sopan. Si pengirim ngata-ngatai konsumen. Wuidih... Padahal saya paling kontra dengan karyawan yang (beraninya) ngatai konsumen.
Pernah suatu kejadian, salah seorang karyawan Es TelerXX (sorry coy, namanya sedikit disensor. Takutnya ntar kayak kasusnya Bu Prita vs RS. Omni) bentak-bentak plus banting mangkok mie di depan saya. Dan karyawan yang lain yang lagi membawakan pesanan saya, ngata-ngatai konsumen lain gara-garanya tu konsumen protes karena tidak mendapat pelayanan yang semestinya dia peroleh. Saya sudah ndak ingat lagi sih gimana redaksi kata-katanya tu karyawan. Ya heran juga dengar ni ocehan karyawan, ngata-ngatai konsumen di depan konsumen lain.
Pelayanan-pelayanan yang disuguhkan para karyawan perusahaan barang/jasa sering kali di bawah taraf. Mereka sering kali melayani konsumen (ex. me) dengan wajah jutek, tutur bahasa yang kurang ramah, melototi konsumen kalo lagi milih-milih barang (utamanya di toko sepatu dan pakaian) plus dengan gaya andalan mereka yang melipat tangan di bawah dada (kayak menyepelekan orang), pilah-pilih konsumen dari gaya berbusana atau dari jenis kelamin, membodohi (memperalat) konsumen, macem-macem lah.
Pernah ni, waktu saya mau beli sepatu di MTC Karebosi (biar deh namanya ndak kesensor), kan lagi milih-milih sepatu yang sreg di hati, tapi ndak nemu. Trus saya cabut deh dari tu toko. Eh tu karyawan toko malah bilang gini "bilang saja kalo ndak punya uang." Waduh, ndak sopan bener ni pedagang sepatu.
Tidak jarang para konsumen yang batal menjatuhkan pilihan kepada barang dagangan mereka, dikatakan "ndak mampu". Atau jika konsumen hanya berpakaian ala kadarnya, mereka dicap "ndak mampu bayar". Apa mereka sudah melakukan survey ke dompet atau rekening si konsumen itu untuk mengetahui total rupiah (atau mungkin dollar) yang konsumen miliki?
Miris sekali, sangat malah, sebenarnya pelayanan beberapa karyawan sekarang ini.
Dalam servis (pelayanan) terdapat konsep "Customer Satisfaction" yang mengatakan bahwa jika perusahaan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, maka konsumen akan merasa puas. Kemudian ada lagi yang disebut Experience Economy. Di sini perusahaan bukan sekedar memberika excellent service, namun juga harus mampu memberikan pengalaman (stage experience), sehingga konsumen bisa merasakan sensasi. Kemudian ada namanya "Customer Solution" di mana perusahaan melayani konsumen secara personal, satu per satu. Jadi di sini perusahaan memberikan solusi bagi konsumen, bukan sekedar kepuasan atau sensasi.
Nah dewasa ini, bentuk-bentuk pelayanan seperti di atas sudah ndak jaman lagi. Malah istilah servis sudah tidak tepat lagi digunakan. Istilah yang tepat adalah "Caring". Caring bukan sekedar servis yang mengandalkan beberapa konsep di atas tadi. Namun, bagaimana perusahaan (dan seluruh stakeholder internal) benar-benar memperhatikan konsumen layaknya manusia. Ibarat dalam hospitality industry, kalau pemasar tidak melakukan pelayanan
yang baik, akibat terjeleknya konsumen akan kabur dan bisa-bisa tidak loyal. Sedangkan dalam hospital industry, kalau tidak dilayani dengan maksimal, nyawa pasien yang jadi taruhan. Jadi konsumen memang sudah sepatutnya dilayani dengan sepenuh hati, bukan dijuteki, dibentak,
apalagi dihina.
Tulisan ni ditulis bukan untuk menjelekkan nama baik para pemasar (para perusahaan), namun lebih kepada pemberitahuan bahwa konsumen harus benar-benar diperhatikan. Setiap hari adalah proses belajar menuju kebaikan. Dan semoga melalui tulisan ini kita bisa sama-sama belajar banyak hal, di antaranya tentang pelayanan.
Okeh, thanks. Wassalamu'alaikum...
Label: not daily post
dia dia dia...
untuk kita, masih ingat sewaktu dia mengantar kita pertama kalinya memasuki sekolah dasar?
sewaktu dia menemani kita dari pukul 7.30 hingga 10.00 pagi?
atau ketika lebaran hampir tiba, masih ingat bagaimana dirinya menemani kita mencari baju baru?
saat dia hendak ke pasar, diri kita yang masih polos merengek untuk ikut serta.
lalu dia bawa kita bersamanya. tangan kanannya menggenggam tangan kita, dan tangan satunya menenteng belanjaan.
ketika kita meminta dengan tangisan sebuah mainan menarik di depan kita. dan tanpa disadari, dia sedang kesulitan keuangan.
ingatkah kita bagaimana ketika dia membuatkan sarapan untuk perut manja kita? dan mungkin saja semalam dia tak nyenyak tidur.
atau saat kita ngomel-ngomel jika uang jajan terkorting sekian rupiah.
lalu seragam merah-putih kita, yang putihnya tak lagi putih dan merah pun memudar, siapa yang mencucinya?
pernah kancing seragam kita terlepas, siapa yang menjahitkan kembali kancing itu? dia kan?
ingatkah kita pertama kalinya kita membohongi dia? lantas adakah rasa bersalah itu?
ingatkah pula sewaktu kita bentak dia? dan masih ingatkah alasannya? tidakkah itu hanya perkara tai kuku?
mungkin di bilik kamar mandi atau kamar tidurnya dia sedang menangisi ucapan kurangajar kita.
mungkin di akhir sholatnya dia sedang memohon kesabaran pada Ilahi.
mungkin di kala malam dia sedang curhat ke suaminya tentang tingkah kita.
tapi bagaimana jika dia adalah janda, atau baru-baru saja menjanda.
pernahkah kita sejenak saja berpikir ke bahu siapa dia akan bersandar.
ketika pagi nanti kita bercermin, masih kita dapati wajah kencang nan mempesona.
tapi dia, pernahkah mata kita menjadi cermin untuknya? perhatikan kulit wajahnya. dia tak semolek dulu lagi.
coba sentuh tangan halusnya yang selalu mengganti popok kita, masihkah sehalus dahulu?
atau jangan-jangan kita telah lupa pernah dibelai oleh tangannya. tangan yang mungkin kini keriput sana-sini.
juga kuku yang telah menguning, bahkan nyaris lepas.
dia manusia biasa seperti kita seandainya kita sadari.
tapi kita selalu mengharapkan kesempurnaan melekat padanya.
jika sedikit saja dia keliru, kita anggap dia kolot.
tidakkah kejam namanya?
untuk seorang dia yang telah melahirkan dan/atau membesarkan dan/atau menjaga dan/atau mendidik kita,
mari dendangkan juta-juta doa padanya. semoga hari tuanya terhindar dari amarah kita.
amin ya Ilahi.
...
untuk emmak, kulo nyuwon ngapunten mak..
kulo tresno tresno tresno panjenengan..
Label: not daily post
Gie
Akhirnya semua akan tiba
Pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih berbicara selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih, lembah mendalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika ku dekap kau
dekaplah lebih mesra, lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
ku dengar derap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta.
Soe Hoek Gie
Label: cangcorang